5 Tips Menghadapi Fase Toddler pada Anak

5

Fase Toddler merupakan fase dimana seorang anak mulai belajar untuk menentukan arah perkembangan pada dirinya. Anak-anak akan memasuki fase ini pada usia 1 sampai 4 tahun. Fase inilah yang akan mendasari bagaimana karakter anak di masa mendatang, mulai dari perkembangan emosional, kesehatan, kepercayaan diri dan juga kemampuan diri. 

Karakter anak di masa depan akan ditentukan dengan fase toddler, sehingga orang tua harus benar-benar memberikan penanganan yang tepat. Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk menghadapi fase toddler pada Anak.

Tips Menghadapi Fase Toddler pada Anak

Mengelola emosi

Hal utama yang harus Anda lakukan ketika anak sudah memasuki fase toddler adalah mengelola emosi. Selain menjadi hal utama, mengelola emosi juga menjadi faktor penting sebelum menangani anak. Karena emosi akan mempengaruhi Anda dan juga psikis anak. 

Terkadang hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak merupakan cerminan perilaku kita, sehingga menjaga emosi agar tetap stabil merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menghadapi fase toddler. 

cara menghadapi toddler
Ilustrasi cara menghadapi toddler

Pengarahan yang jelas dengan bahasa yang menenangkan

Tantrum adalah keadaan yang sering terjadi kepada anak-anak fase toddler. Agar hal tersebut tidak terjadi sebaiknya Anda memberikan pengarahan yang jelas kepada anak-anak untuk mencapai tujuan Anda. Memberikan pengarahan kepada anak tentunya harus menggunakan bahasa yang menenangkan agar tidak terjadi tantrum. 

Misalnya dengan memberikan penawaran untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan. Seperti memberikan pilihan kepada anak untuk melakukan kegiatan satu terlebih dahulu atau kegiatan kedua. Sehingga tanpa sadar anak-anak akan melakukan keduanya tanpa harus membentak mereka. 

Tingkatkan kesabaran

Pada saat memasuki fase toddler anak-anak cenderung lebih aktif dan penuh emosi sehingga Anda perlu meningkatkan kadar kesabaran untuk menghadapinya. Tenangkan diri Anda ketika anak-anak melakukan kesalahan dan nasehati dengan bahasa yang santun, hal ini baik untuk ketenangan batin Anda dan tidak menguras tenaga yang berlebihan. 

Meningkatkan kesabaran jauh lebih bermanfaat dan memberikan dampak positif kepada orang tua serta anak, daripada turut serta mengeluarkan emosi dengan memarahi anak-anak karena hal tersebut akan menguras tenaga dan pikiran Anda. 

Konsisten dan kongruen

Buatlah kesepakatan tentang peraturan yang bersifat konsisten dan kongruen, walaupun anak-anak akan menunjukkan seribu satu strategi untuk melanggarnya. Kongruen dalam hal ini artinya apa yang Anda ucapkan harus sejalan dengan apa yang Anda lakukan. Sebab apa yang orang tua ucapkan dan lakukan akan dilakukan atau dicontoh oleh anak-anak. 

Menjadi teladan

Anak-anak pada fase toddler akan selalu menirukan apa yang mereka lihat, entah itu baik ataupun buruk. Maka dari itu para orang tua harus menjadi teladan yang baik agar anak-anak selalu menirukan hal-hal yang positif. Hindarilah untuk berkata kotor dan melakukan hal-hal yang tidak pantas di sekitar anak, agar anak-anak tidak merekam dan menirukan hal tersebut. 

Cara-cara di atas dapat Anda lakukan untuk menghadapi anak-anak yang telah memasuki fase toddler. Sehingga fase yang akan menentukan karakter anak-anak di masa depan tidak terlewatkan dengan penanganan yang kurang tepat. 

About the author

Galuh SEO

Penggiat media online yang haus akan ilmu. Menulis dan berbagi adalah bagian dari keseharian.

Add Comment

By Galuh SEO

Galuh SEO

Penggiat media online yang haus akan ilmu. Menulis dan berbagi adalah bagian dari keseharian.