Mengenal Klem dan Statif Serta Fungsinya

M

Ada berbagai jenis klem yang digunakan untuk berbagai kebutuhan. Selain klem, terdapat pula statis yang merupakan salah satu alat dalam laboratorium. Lantas sudah tahukah Anda kegunaan dari kedua alat tersebut? Jika belum yuk mengenal klem dan statif serta fungsinya di bawah ini.

Mengenal Klem dan Statif Serta Fungsinya

Artikel ini disponsori oleh: Alat Laboratorium

Siapa yang belum mengenal klem dan statif serta fungsinya? Klem merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memegang dan menekan. Salah satu jenisnya adalah klem bengkok yang sering dugunakan dalam proses operasi. Klem ini selain digunakan untuk menekan sebuah objek, juga digunakan untuk menekan benda atau bagian dari makhluk hidup.

Terdapat pula beberapa jenis klem lainnya, seperti klem peritoneum dan klem arteri. Memang keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yakni untuk memegang dan menekan seperti kegunaan klem pada umumnya. Hanya saja pada klem arteri lebih fokus untuk menekan atau memegang pembuluh darah arteri. Kemudian pada klem peritoneum juga ditujukan untuk menekan atau memegang selaput peritoneum.

Klem statif
Klem statif

Dari beberapa jenis klem di atas, secara umum klem sendiri memiliki fungsi sebagai alat untuk menekan maupun memegang sebuah objek. Objek ini termasuk makhluk hidup maupun benda lainnya. Umumnya klem ini terbuat dari bahan stainless steel yang tahan akan karatan. Untuk itu, sangat penting sekali agar senantiasa menjaga kebersihan dari klem tersebut. Saat klem ingin digunakan kembali tentunya sebuah klem wajib disterilkan terlebuh dahulu.

Cara mensterilkan klem sendiri bisa Anda lakukan dengan dekontaminasi menggunakan larutan klorin. Yakni dengan memasukkan kepada cairan tersebut kurang lebih selama 10 menit saja. Kemudian, angkat dan bersihkan klem menggunakan air sabun. Jika sudah maka bersihkan kembali menggunakan air mengalir. Jangan lupa juga untuk mengeringkan klem dan lap hingga kering.

Jika klem sudah kering maka Anda bisa memasukkannya pada alat sterilisator. Caranya dengan menyalakan sterililator kemudian biarkan alat tersebut melakukan proses strerilisasi pada klem. Proses sterilisasi ini dilakukan dengan otomatis. Anda bisa menunggunya selama satu jam. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penularan yang terjadi akibat klem tersebut.

Kemudian apa itu statif? Statif merupakan salah satu peralatan laboratorium yang digunakan sebagai pendukung berbagai proses kimia. Alat ini umumnya terbuat dari bahan logam, baja anti karat, atau besi. Statif ini sendiri berbentuk silinder kecil dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.

Untuk fungsinya sendiri, statif biasanya digunakan untuk:

  • Menjepit buret dalam proses titrasi
  • Menjepit soxhlet dalam menentukan kadar lemak
  • Menjepit kondesor pada pemanasan dengan pendingin balik
  • Menjepit destilator untuk menentukan kadar air destilasi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai klem dan statif serta fungsinya yang bisa Anda ketahui. Kedua alat ini umumnya digunakan pada laboratorium dengan fungsinya yang berbeda satu sama lain.

About the author

Galuh SEO

Penggiat media online yang haus akan ilmu. Menulis dan berbagi adalah bagian dari keseharian.

Add Comment

By Galuh SEO

Galuh SEO

Penggiat media online yang haus akan ilmu. Menulis dan berbagi adalah bagian dari keseharian.