Problema Valentine Day

February 14, 2010 · 0 comments

in Uncategorized

Banyak yang menganggap 14 Februari adalah hari penuh kasih sayang, hari dimana kita menunjukkan rasa kasih sayang kita terhadap yang terkasih (keluarga, pacar, dll) dengan memberikan kado, bunga, ataupun coklat. Bagi sepasang kekasih (terutama anak muda), banyak yang menganggap 14 Februari adalah hari istimewa bagi mereka untuk mengungkapkan kasih sayang. Tapi tidak sedikit pula yang tidak menganggap 14 Februari adalah suatu hari yang istimewa, tidak menganggap Hari Valentine itu ada.  Setiap mendekati tanggal 14 Februari, ada saja yang bertutur bahwa merayakan Valentine itu dilarang bahkan diharamkan bagi umat Muslim. Ini dikarenakan budaya Valentine tidak sesuai dengan budaya Islam.

Budaya Valentine ini lebih mudah diterima oleh anak muda, karena anak muda memang lebih terbuka terhadap budaya yang masuk. Tapi sayangnya anak muda zaman sekarang kurang bisa membedakan budaya mana yang pantas diterima dan mana yang kurang pantas.

Aku pribadi sekarang tidak menganggap Valentine Day itu ada. Hari kasih sayang bagiku adalah setiap hari. Aku melihat sejarah Valentine memang kurang pantas untuk diterima oleh budaya Islam. Oke deh lepas dari masalah agama. Aku tidak munafik, aku juga pernah dibilang merayakan Valentine. Tapi pada akhirnya aku gak merayakan lagi bahkan tidak menganggap Valentine Day itu ada. Ini bukan karena aku memang belum punya kekasih. Bukan juga karena ada yang mengharamkannya. Ini karena aku melihat dari segi sejarahnya.

Semua terserah diri kita masing-masing. Apakah kita pantas menerima budaya Valentine untuk budaya kita apa tidak? Apakah kita pantas ikut merayakannya apa tidak?

Sepertinya usaha digembar-gemborkannya pelarangan merayakan Valentine  bahkan sampai mengharamkannya (khususnya bagi umat Muslim) perlu usaha ekstra, karena budaya Valentine sudah merasuk ke dalam jiwa anak muda dan tidak akan mudah untuk melepaskannya.

Sejarah Valentine bisa kamu cari tahu di http://id.wikipedia.org/wiki/Valentine

No related posts.

Leave a Comment

CommentLuv Enabled

Previous post:

Next post: