Kabar mengejutkan datangnya dari situs Megaupload. Bagi yang suka download atau upload file melalui Megaupload pasti gak ketinggalan dengan kabar buruk yang baru saja menimpa Megaupload. Kini Megaupload tinggal kenangan, karena sejak 20 Januari 2011, situs berbagi file ini resmi ditutup. Alasan Megaupload ditutup karena dianggap memfasilitasi konten ilegal yang mengacu pada pembajakan konten atau pelanggaran hak cipta. Kejadian ini banyak yang menghubungkannya dengan RUU SOPA dan PIPA yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Ada yang bilang, Megaupload menjadi korban pertama dari RUU SOPA dan PIPA. Benarkah? Lalu kenapa hanya Megaupload yang ditutup atau dimatikan?  

Ditutupnya Megaupload merupakan tuntutan dari industri yang merasa dirugikan dengan keberadaan situs berbagi file tersebut. Tentunya yang paling dirugikan adalah industri di Amerika. Menurut Department of Justice di Amerika Serikat, Megaupload ditaksir telah merugikan industri senilai USD 500 juta. Sebab, situs tersebut sudah menampung jutaan konten ilegal seperti musik, film, dan file lainnya.

Bisnis usaha Megaupload berbasis di Hongkong, akan tetapi memiliki sejumlah server yang terletak di Ashburn, Virginia, Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat pemerintah setempat berhasil memaksa Megaupload ditutup. Tak hanya sekadar menutup situs Megaupload, bahkan empat orang yang mengoperasikan Megaupload pun ditangkap oleh pemerintah setempat. Mereka adalah Kim Dotcom (37 tahun), tiga karyawan yang berada di Selandia Baru, dan 3 karyawan lain yang belum diketahui identitasnya.

Sosok Seorang Kim Dotcom

Kim Dotcom alias Kim Schmitz atau juga dikenal sebagai Kim Tim Jim Vestor memiliki dua kewarganegaraan, Finlandia dan Jerman. Namun saat ini ia berdomisili di Hong Kong dan New Zealand. Pria berusia 37 tahun ini sendiri dilahirkan di Kiel yang terletak di Jerman bagian utara.

Sebelum mendirikan Megaupload, perjalanan karir Dotcom tidak bisa dikatakan mulus. Ia sering gonta-ganti kerjaan, bahkan sempat dikenai hukuman bersyarat karena aksi pembajakan komputer. Ia juga pernah terlibat kasus penipuan kartu kredit dan insider trading.

Sukses dengan Megaupload, Dotcom pun mulai merasakan kemewahan dalam hidupnya. Selain mengkoleksi mobil mewah, diketahui ia tinggal di dalam mansion yang dikelilingi oleh bodyguard dan halaman yang super luas.

Di satu sisi, Dotcom memang dianggap sebagai pelanggar hak cipta, namun siapa sangka bahwa ia menerima dukungan dari banyak artis rekaman atas apa yang ia kerjakan. Kini, usahanya bersama Megaupload Dotcom mengalami ganjalan. Pria dengan selera mobil mahal ini harus menghadapi langkah hukum serta ancaman kurugan penjara. Tragis memang.

Kenapa Hanya Megaupload yang Ditutup?

Sebenarnya banyak sekali situs yang menawarkan berbagi file seperti Megaupload. Ada, Fileserve.com, Videobb.com, Filesonic.com, Wupload.com, Uploadstation.com, dan Rapidshare, Mediafire, dan lainnya. Seluruh situs tersebut menawarkan layanan yang mirip dengan Megaupload, misalnya akses lebih cepat dengan menjadi anggota berbayar. Plus, berbagai bonus menarik lainnya yang siap menanti para pengguna setia.

Megaupload mengendalikan sekitar 525 server yang berada di Virginia, dan 630 di Belanda. Tapi itu belum seberapa, konon masih ada lagi puluhan server lainnya yang disebarkan di berbagai belahan dunia. Dengan aktifitas yang sedemikian besar tak heran jika Megaupload ditaksir telah merugikan industri sekitar USD 500 juta.

Sejak didirikan tahun 2005 Megaupload terus membesar, bahkan hingga kini nilainya ditaksir sudah mencapai USD 175 juta. Padahal konten yang disediakan sebagian besar adalah bajakan. Para pengurusnya pun kecipratan rejeki yang berlimpah. Misalnya saja Kim Dotcom yang punya 14 mobil Mercedes-Benz dengan plat nomor yang nyentrik, POLICE, MAFIA, V, STONED, CEO, HACKER, GOOD, EVIL, dan GUILTY. Megaupload sendiri hingga kini ditaksir memiliki jumlah pengguna sekitar 1 miliar, dengan rata-rata jumlah pengunjung sehari sekitar 50 juta, membuatnya mendapat predikat situs berbagi file terbesar yang pernah ada.

Situs Megaupload juga sudah berulang kali mendapat gugatan hukum, dan yang paling anyar adalah tuntutan dari Universal Music Group (UMG). Tapi kala itu, belum ada hukum yang mampu menumbangkan situs tersebut.

Jika dilihat dari riwayat yang begitu memukau, tak heran jika pengadilan Amerika Serikat memilih membungkam situs ini terlebih dahulu, dan kemungkinan besar akan dilanjutkan ke situs sejenis lainnya.

Hingga kini proses hukum Megaupload masih terus dilakukan dan diperkirakan bakal memakan waktu lama karena melibatkan ektradisi di beberapa negara seperti China, Belanda, Inggris, Jerman, Kanada dan Philipina.

Saat ini jika mengunjungi situs Megaupload yang akan kita dapatkan hanyalah sebuah notifikasi berupa gambar dari FBI. Notifikasi tersebut seperti berikut :

Turut berduka cita dengan ditutupnya situs Megaupload.

[spoiler show=”Sumber”]Sumber : detikinet1, detikinet2, detikinet3.[/spoiler]

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".