Pray For Japan – 11 Maret 2011, dunia dihebohkan dengan pemberitaan dari Jepang, khususnya wilayah Tokyo dan sekitarnya. Kalau mendengar berita dari Jepang (khususnya untuk teknologi, budaya, kehidupan), sebenarnya aku sangat antusias untuk menyimak. Tapi kali ini berita dari Jepang bukan berita yang benar-benar aku nantikan. Kita semua pasti tau kalau Jepang sedang ditimpa bencana alam gempa dan tsunami. Gempa dengan kekuatan 9 SR yang katanya merupakan gempa terbesar di Jepang sejak 140 tahun terakhir ini memang tidak bisa dianggap gempa biasa. Kekuatan gempa ini tentunya sangat besar, bahkan sampai menimbulkan Tsunami. Bahkan sebelum gempa berkekuatan 8.9 SR, Jepang berkali-kali diguncang dengan beberapa gempa yang kekuatannya lebih kecil dari yang terbesar ini.
Sampai saat tulisan ini dibuat; media televisi, website portal, koran, dll, masih banyak yang memberitakan tentang bencana yang sedang melanda Jepang. Semoga bencana ini cepat berlalu, tapi kita gak bisa berharap bencana alam akan sirna di muka bumi. Pray For Japan.
Ketika lagi asyik browsing, aku tau berita duka ini dari beberapa teman-teman di Facebook. Jadi penasaran, akhirnya aku buka detik.com, eh ternyata benar. Aku benar-benar terkejut mendengar berita Jepang dilanda gempa besar dan tsunami. Negara yang aku kagumi dan idamkan untuk melanjutkan studi sedang dilanda musibah. Tau gak kenapa aku suka dengan Jepang?
Yang aku suka dan kagumi dari Jepang:
- Semangatnya
Ketika kota Hiroshima dan Nagasaki di bombardir pada waktu jaman penjajahan kita dulu, meski kalah dan tersudut oleh negara-negara sekutu, Jepang cepat bangkit dan bersemangat untuk menata kembali Jepang menjadi negara maju. Dan kenyataannya, memang berhasil. - Disiplinnya
Jepang termasuk negara dimana para warganya banyak yang gila kerja. Sikap disiplin itulah yang mendasari sikap warga Jepang untuk membangun Jepang jauh lebih baik. Meski gila kerjanya aku gak terlalu suka karena obsesi hidup jadi lebih diutamakan untuk bekerja, tapi aku suka disiplinnya untuk bekerja. Jalan kaki dengan cepat ke kantor banyak kita jumpai di jalanan kota metropolitan di Jepang. Ini karena sikap disiplin warganya untuk membangun negaranya semakin lebih baik dengan apa yang dikerjakan. Semoga aku bisa lebih disiplin, gak males-malesan terus. - Pinternya
Jepang banyak menyimpan tokoh inovator. Hal ini membuktikan bahwa banyak orang pinter di Jepang. Indonesia juga banyak yang pinter. Cuma kita terkadang gak tau aja. Ada lho asisten professor di salah satu perusahaan atau universitas di Jepang berasal dari Indonesia. Bahkan punya beberapa hak paten atas teknologi yang dikembangkan. - Teknologinya
Banyak teknologi-teknologi dunia yang dikembangkan oleh Jepang. Misal robot (Ashimo), kendaraan (Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki, Toyota, dll), kamera, printer, dll. Lumrah kalau Jepang menjadi salah satu negara maju, modern, dan inovator. Semoga Indonesia bisa menyusul. - Tempatnya
Banyak tempat menakjubkan di Jepang yang ingin aku kunjungi. Di Indonesia juga gak kalah menakjubkan kok. - Budayanya
Harajuku style, masuk budaya gak ya? Kayaknya menjadi budaya para remaja. Banyak budaya-budaya menarik di Jepang. - Komik dan Kartunnya
Gak diragukan lagi, banyak dari kita menyukai tokoh-tokoh komik dan kartun dari Jepang. Doraemon, Detektif Conan, Death Note, Digimon, Sinchan, Dragon Ball, dll, pasti tau kan? Yang aku kurang suka Naruto. Pokoknya gak gitu suka. - Filmnya
Kesatria Baja Hitam, Ultraman, Masked Rider, Final Fantasy, Death Note, Bloody Monday, merupakan film dari Jepang yang aku suka. Yang gak aku suka film Detektif Conan (yang orang). Lebay banget pokoknya. Wagu. - Kulinernya
Pertama kali makan makanan Jepang adalah nasi goreng Katsu, terus apa lagi ya? Pokoknya enak. Kapan lagi ya bisa berkuliner ria masakan Jepang? :miskin: Aku juga bercita-cita mempunyai restoran Jepang sendiri. - Pendidikannya
Aku bercita-cita melanjutkan studi ke University of Tokyo. Semoga tecapai. Amin. - Apa lagi ya?
Aku sangat suka sekali dengan Jepang, tapi bukan berarti aku suka dengan hal-hal yang berbau Jepang, misal Cosplay. Kesukaanku bukan aku tunjukan dengan sikap, tapi dengan cita-citaku untuk ke Jepang. Entah itu studi, wisata, atau berkarir.
Semoga bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang cepat penanganannya. Jepang emang sadar kalau wilayahnya rawan gempa, makanya pemerintah Jepang sudah memikirkannya matang-matang dengan meminimalisir dampaknya. Dan itu terbukti ketika gempa besar mengguncang, tidak serta merta bangunan-bangunan runtuh dengan mudahnya. Konstruksi-konstruksi bangunan di Jepang memang sudah dikondisikan untuk anti gempa. Semoga di Indonesia juga cepat tanggap ketika terjadi gempa, karena Indonesia juga termasuk negara rawan gempa dan tsunami.
Kabarnya waktu Jepang dilanda bencana gempa dan tsunami, banyak dukungan mengalir lewat dunia maya. Di Twitter kabarnya sempat #prayforjapan menjadi trending topic. Ada kabar lain yang menyebutkan #prayformiyabi, #prayfordoraemon, #prayfornaruto juga banyak di tweet-kan. Aneh-aneh aja.
Banyak statement-statement orang yang sangat aku gak suka tentang bencana yang melanda Jepang. Ada yang menyangkut pautkan dengan azab, hukuman karena perilaku Miyabi, dll. Jangan sotoy dan sok memberi hukuman bro. Lebih baik kita beri dukungan doa kalau gak bisa beri bantuan tenaga atau materi. Daripada hanya menyindir.
Pray For Japan yang banyak dikumandangkan di dunia, ternyata banyak sebagian menyinggungnya. Di Forum Kaskus pun juga ada thread yang menyatakan kalau gak usah sok peduli Pray For Japan di dunia maya (terutama di Facebook dan Twitter) kalau pada kenyataannya gak benar-benar mendoakan. Cuma mengikuti keadaan yang lagi ngetrend. Gak usah gitu bro. Setidaknya kita peduli. Hanya dengan mengucapkan Pray For Japan di dunia maya, setidaknya kita memberikan sugesti positif untuk Jepang, meski kita gak berdoa secara sakral dan khusyuk. Meski Jepang dulunya negara yang menjajah negara kita (Indonesia), bukan bearti kita kehilangan rasa kemanusiaan. Lupakan soal penjajahan di masa lalu. Kita (Indonesia – Jepang) sudah menjadi sahabat. Gak ada salahnya kita memberi dukungan dan doa kepada Jepang atas bencana yang sedang melanda. Meski itu hanya dengan ucapan Pray For Japan di Facebook, Twitter, atau lainnya, setidaknya kita peduli, daripada hanya menyinggung soal dibalik ucapan Pray For Japan.
Semoga Jepang segera melewati masa-masa sulit bencana gempa dan tsunami 11 maret 2011. Amien. Pray for Japan.

