Hiatus lagi hiatus lagi… Hahahaha….. Alasan hiatus kali ini sama seperti alasan hiatus sebelumnya, tak lain kalau bukan karena lagi MALES ngeblog, lagi BAD MOOD. MALES atau BAD MOOD bisa dibilang penyakit langganan saya, hahaha…. Aneh-aneh aja ya.

Sekembalinya saya dari penjara hiatus, di postingan ini saya ingin berbagi sedikit cerita selama masa hiatus saya. Hal pribadi yang sepertinya layak untuk saya bagikan dan dikonsumsi publik, terlepas dari bermanfaat tidaknya tulisan ini buat orang lain. Ada kabar baik dan kabar buruk buat saya. Sorry, postingan kali ini banyak curhatnya.

Kabar Baik Buat Saya

Syukur alhamdulillah, hari Kamis (11/08) kemarin ada keluarga baru di kehidupan saya, bukan seseorang tapi sebuah ASUS Eee PC 1215P. Perasaan senang jelas ada pada diri saya, sebab sejak tahun 2008 saya menginginkan sebuah perangkat elektronik yang dinamakan laptop. Bukan untuk gaya-gayaan, sok punya, atau apalah itu yang tujuannya negatif. Saya begitu menginginkan laptop untuk menunjang kegiatan kuliah saya yang mau gak mau setiap harinya harus bergelut dengan komputerisasi dan pastinya juga untuk menunjang kegiatan blogging. Sebenernya PC saya udah cukup untuk menunjang kegiatan perkuliahan saya, tapi saya ingin lebih mobile. Gak mungkin kan saya gotong PC saya kemana-mana? Apalagi saat ini saya lebih banyak di Kudus daripada di Jogja. Ke Jogja sekali-sekali buat bimbingan “Skripsi Jablay” saya ( hehehe…  udah 2 semester ini belum kelar, dan sebentar lagi masuk ke semester ketiga saya dengan “Skripsi Jablay“… mohon doanya semester ini kelar, AMIN).

Gak ada pikiran sama sekali saya memutuskan untuk membeli laptop. Awalnya ada sedikit rejeki yang rencananya akan saya gunakan untuk upgrade komputer (PC) saya. Upgrade harddisk, DVD Drive, RAM, dan aksesoris komputer lainnya. Dua hari sebelum saya ke Jogja buat beli aksesoris komputer (soalnya lebih murah daripada di Kudus, dan lagipula saya belinya banyak), ibu saya menyarankan buat beli laptop aja. Selain biar saya mudah kalau ke Jogja buat bimbingan “Skripsi Jablay” saya, juga pastinya karena begitu mengingingkannya saya dengan perangkat laptop sejak lama. Pikir… pikir… dipikir… Soalnya dana yang saya punya terbatas, jadi perlu dipikir. Meski ibu saya mau bantu, tetep saja perlu pikir… pikir… dipikir… Soalnya pengennya saya beli sendiri dengan uang sendiri. Emmm… Ah akhirnya saya putuskan beli aja lah. Punya laptop pasti banyak manfaatnya daripada upgrade PC. Bisa bikin semangat bergelut dengan “Skripsi Jablay“, blogging, belajar yang berkaitan dengan IT dan cari duit di internet.

Dan akhirnya saya benar-benar beli sebuah laptop ASUS Eee PC 1215P. Dari segi spesifikasi, ASUS Eee PC 1215P masuk dalam kategori netbook, tapi saya menganggapnya sebuah notebook. Pasalnya ukuran layarnya lebih lega dari sebuah netbook yang pada umumnya 10″. Sedangkan ukuran layar ASUS Eee PC 1215P 12”. Hahaha… cuma gara-gara soal ukuran layar aja. Nambah 1″ aja udah setara dengan layar terkecil dari MacBook ya. Bicarain soal MacBook, beberapa waktu yang lalu hampir saja saya keturutan beli MacBook Pro yang notabenenya adalah notebook idaman saya, bahkan brosurnya saya tempel di “Papan Keinginan” saya lho. Tapi ternyata rejeki yang dinanti tak kunjung datang buat keluarga saya. Belum rejekinya. Kalau jadi kebeli tuh MacBook Pro, ada c sedikit niatan saya buat gaya-gayaan (maklum saya manusia biasa yang penuh hawa nafsu, hehehe…), tapi hal yang begitu kuat dari MacBook Pro buat saya adalah untuk menunjang pekerjaan saya dikemudian hari. Apa itu, gak perlu dibahas ya. Yang pasti akan lebih powerfull menangani pekerjaan saya kalau saya pakai MacBook dengan MacOS X daripada laptop biasa dengan OS Windows atau Linux. Meski saya belum punya MacBook, jangan dikira saya gak pernah coba-coba pakai MacOS X yang jadi sistem operasinya lho!

Kembali ke ASUS Eee PC 1215P….. Ada banyak pertimbangan ketika saya menjatuhkan pilihan kepada ASUS Eee PC 1215P.
Pertama, harga. Dengan dana terbatas saya membatasinya dengan rencana pengeluaran di bawah Rp 3 juta. Dengan alokasi dana di bawah Rp 3 juta otomatis yang bisa saya pilih adalah netbook atau notebook dengan merk lokal.

Kedua, merk. Merk yang udah jadi pilihan saya sejak lama adalah ASUS. Ya karena saya melihat kualitas, fitur, design, inovasi yang jempolan, gak sekedar mengedepankan spesifikasi dan brand doank. Saya sering merekomendasikan ASUS ke teman yang meminta saran saya ketika akan beli laptop. Beberapa waktu yang lalu detikcom membahas soal ASUS yang mengatakan kalau ASUS itu merk terlaris dan dianggap paling berkualitas di tempat asalnya sana, Taiwan. Kalau ACER yang sama-sama berasal dari Taiwan menempati posisi kedua disana, tapi di Indonesia ACER jadi merk terlaris.

Ketiga, spesifikasi. Yang jelas saya selalu pilih processor keluaran INTEL. Dengan alokasi dana kurang dari Rp 3 juta, yang jadi pilihan ya INTEL ATOM Dual Core. Untuk RAM, saya maunya minimal 2 GB, mengingat kegiatan komputerisasi saya yang gila-gilaan makan RAM. Spesifikasi lainnya menyesuaikan.

Untuk menentukan pilihan, saya lihat-lihat dulu brosur ASUS yang saya miliki dan juga lihat di situs resmi ASUS. Kamu bisa download brosur laptop ASUS di situs resminya di http://id.asus.com/Notebooks/. Kalau kesulitan mencari tempat download brosur ASUS-nya dimana, kamu bisa pantengin blog saya ini, soalnya saya bagikan di blog ini. Brosurnya keluar setiap 2.5 bulan sekali dengan menampilkan list produk dan harga di dua bulan terakhir.

Setelah melalui proses pertimbangan, akhirnya pilihan jatuh ke ASUS Eee PC 1215P. Seperti apa detail dari ASUS Eee PC 1215P, yuk lanjut.

Spesikasi ASUS Eee PC 1215P yang saya beli

Sistem Operasi Express Gate (include)
Display 12.1″ LED Backlight WXGA (1366×768) Screen
CPU Intel® Atom™ N570 Processor @ 1.66 GHz
Memori DDR3, 2 x SO-DIMM, 2GB ( Maximum 2GB )
Storage 2.5″ SATA 320GB HDD
320GB Web Storage
Wireless Data Network WLAN 802.11 [email protected]
Kamera 0.3 M Pixel Camera
Audio Hi-Definition Audio CODEC
Speaker StereoHigh Quality Mic
Interface 1 x Konektor VGA3 x USB 2.0
1 x LAN RJ-45
2 x Jack Audio (Headphone/Mic-In)
1 x Card Reader : SD/ SDHC/ SDXC/ MMC
Baterai 6-cell Li-Ion 4400mAh Battery / 8 jam*
*Bergantung konfigurasi sistem dan pola penggunaan.
Dimensi 29.6 x 20.3 x 2.3 cm (WxDxH)
Berat 1.45 Kgs (w/ 6cell battery)
Warna Glossy Black

Pilihan warna terpaksa jatuh pada Glossy Black. Pengennya warna Matte Black, tapi di toko tempat saya beli hanya tersedia Glossy Black dan Matte Silver. Warna silver sebenernya bagus, seperti warna MacBook Pro. Tapi dibagian keyboard dan sekitarnya warnanya bentrok antara warna hitam dan silver. Kalau MacBook Pro kan silvernya menyeluruh, gak compang-camping.

Warna dengan jenis Glossy sebenernya bagus, kinclong gitu, tapi kalau udah kena tangan, jadinya membekas. Kalau Matte kagak.

Dari tokonya diberikan bonus instalasi Windows 7, bajakan pastinya. Tapi saya minta kosongan, tanpa install apapun, gres dari pabrik. Saya hidupkan, ternyata sudah include “sistem operasi jadi-jadian” dari ASUS yang dinamakan Express Gate. Lebih jauh tentang Express Gate, silakan kunjungi http://id.asus.com/Eee/Features/Express_Gate/.

Berhubung Express Gate bukan sistem operasi “yang sebenarnya” (sistem operasi jadi-jadian) dan tidak memenuhi kebutuhan komputerisasi saya, akhirnya saya tendang dan saya ganti Windows 7 (tebak, asli apa kagak? hahahahaha….) plus saya dual OS dengan Linux Ubuntu 11.04 Natty Narwhal yang saya merasa asing setelah sekian lama gak berhubungan intim dengan Ubuntu. Tetap vote buat Windows 7, Linux Ubuntu-nya buat iseng-iseng dan sok-sok’an aja, hehehehe…..

Express Gate terpaksa hilang karena saya install Windows 7-nya bukan melalui menu di Express Gate, tapi langsung installasi secara manual dengan memformat harddisk. Hilangnya Express Gate, otomatis tombol power Express Gate disebelah tombol WiFi gak terlalu berguna. Fungsi tombol Express Gate ini sebagai tombol power jika ingin menggunakan Express Gate, tapi ya kalau Express Gate-nya terinstall.

ASUS Eee PC 1215P ini saya beli di toko Sinar Jaya Komputer di Kudus yang dibandrol dengan harga Rp 2.810.000,-, turun dari harga brosurnya dan sedikit lebih murah di Bhinneka.com. Sebelum bisa dapetin neh ASUS Eee PC 1215P saya harus indent dulu, soalnya barangnya belum ada, yang ada ASUS Eee PC 1215B (seri B dengan processor AMD Brazos). Saya nunggu sekitar dua hari.

Komentar Saya Mengenai ASUS Eee PC 1215P

Selama hampir dua pekan ini menggunakan ASUS Eee PC 1215P, saya cukup puas. Performanya cukup powerfull, bahkan melebih performa PC saya yang Dual Core 1.8 GHz dengan RAM 1.5 GB. Daya tahan baterai kurang lebih 6 jam dengan aktivitas browsing + musik secara bersamaan. Baterai bisa awet karena didukung aplikasi Eee Super Hybrid Engine dari ASUS yang bisa mengatur kebutuhan baterai (manajemen baterai) dengan kondisi penggunaan ASUS Eee PC 1215P yang berbeda-beda. Misalnya sedang melakukan proses yang berat seperti banyak aplikasi yang jalan, akan membutuhkan konsumsi daya yang lebih daripada ketika kita hanya sekedar browsing atau mendengarkan musik atau office.

Penggunaan aplikasi Eee Super Hybrid Engine ini sepertinya berpengaruh dengan daya tahan baterai. Ketika saya menggunakan Linux Ubuntu 11.04, rasa-rasanya baterainya lebih boros. Mungkin di Ubuntu gak ada fitur/aplikasi yang mengelola penggunaan daya baterai seperti Eee Super Hybrid Engine.

Kekurangan yang saya rasakan dari ASUS Eee PC 1215P diantaranya soal touchpad yang udah multi-touch yang kadang suka error. Susah digerakin. Selain itu panas dari sisi atas maupun bawah cukup terasa. Gak seperti notebook ASUS. Mungkin karena gak ada fitur pendingin di produk Eee PC seperti yang pada umumnya ada di notebook ASUS.

Fitur-fitur dari ASUS Eee PC 1215P bisa kamu baca di http://id.asus.com/Eee/Eee_PC/Eee_PC_1215P/. Maknyuz dah pokok’e.

Semoga ASUS Eee PC 1215P ini membantu pekerjaan saya, memperlancar “Skripsi Jablay” saya, betah saya siksa dengan aktivitas komputerisasi saya yang gak biasa untuk sebuah netbook, makin semangat buat ngeblog dan cari duit di internet. Aaammiiinnnn……. Oya lupa, semoga panjang umur sampai saya mampu beli MacBook Pro. Amin.

ASUS Eee PC 1215P Overview

Kabar Buruk Buat Saya

Beberapa hari setelah kabar baik saya mengenai hadirnya keluarga baru berupa ASUS Eee PC 1215P, PC saya ngambek. Awalnya beberapa kali saya install ulang, tiba-tiba setelah awal proses installasi Windows 7 kan butuh restart, tiba-tiba saja PC saya berhenti di proses BIOS. Masuk ke setup BIOS juga gak bisa. Bikin dag dig dug kalau sampai MOBO-nya rusak. Harus ganti kan? Saya coba copot dan pasang lagi beberapa colokan ke MOBO dan baterai CMOS, sekalian ngebersihin daleman PC saya. Coba hidupin lagi, ternyata kondisinya tetep. Iseng saya copot harddisk-nya, eh bisa masuk ke setup BIOS. Waaahhh… Yang rusak ternyata hardisk-nya. Untung sebelumnya data-data di harddisk sudah saya pindah semua di Eee PC. Kalau kagak, bisa nangis-nangis saya, mengingat banyak data-data 3 tahun ini yang saya kumpulkan, termasuk tugas kuliah dan “Skripsi Jablay“.

Untung… untung… untung… Anehnya, begitu saya punya laptop, kok ya PC saya terus ngambek ya? Merasa diselingkuhi kali ya? Hwahahahaaha……

Rusaknya PC saya yang sumber penyakitnya di harddisk, merupakan kabar buruk bagi saya. Pasalnya sejak tahun 2008 PC saya setia menemani, jadi pacar saya, jadi teman saya. Sekarang dia lemas tak berdaya, menunggu donor harddisk untuk hidup lagi, ya kalau ada rejeki lagi saya donorin dia harddisk. Sabar ya sayang… Hehehehehe….

Turut berduka cita atas derita PC saya yang saya beri nama Louhan_PC.

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".