Pindah HostingBeberapa hari yang lalu, blog sederhana ini dan teman-temannya lagi-lagi jalanin ritual pindah hosting. Ritual pindah hosting ini merupakan yang kedua kalinya. Dulu awal blog ini berdiri aku pakai hosting Aditif. Aku pilih Aditif karena terbilang murah dan juga milik dosen sendiri. Karena gak puas dengan pelayanannya dan ternyata fasilitasnya kurang, akhirnya dengan dana pas-pasan aku pindah hosting ke Master Web Network (MWN). Di MWN aku cuma sewa 6 bulan dengan biaya sekitar Rp 190rb-an, termasuk domain .com seharga Rp 40rb (1 tahun pertama). Alasan ke MWN karena MWN adalah hosting terbaik di Indonesia versi WebHosting.info (saat tulisan ini dibuat). Kualitas terjamin (dibuktikan dengan klien-kliennya beberapa dari perusahaan besar). Dipercaya oleh banyak narablog (berdasarkan komentar dari para pengguna yang aku cari tau lewat Google). Dukungan CS yang selalu siap membantu kapanpun. Harga standart, gak mahal tapi ya gak bisa dibilang murah untuk ukuran kantongku). Di MWN, dijamin kita gak bakalan sering-sering komplain soal pelayanan dan fasilitasnya. Tapi pada akhirnya aku hengkang dari MWN, lalu pindah ke Rumah Hosting. Kalau di MWN dibilang sudah yang terbaik, ngapain aku pindah ke Rumah Hosting? 

Rumah HostingAlasan kepindahan hostingku dari MWN ke Rumah Hosting karena masalah dana. Ternyata dana yang aku punya tidak mencukupi untuk tetap menghidupi blog sederhanaku ini dan teman-temannya. Maklum, aku hanyalah seorang blogger miskin yang sedang belajar mengais rejeki dari internet. Meski aku sudah cukup lama mengenal dunia blogging, tapi aku masih terlalu awam untuk mengais rejeki di internet melalui blog. Mungkin aku rada lemot menangkap peluang yang sangat besar di internet.

Kembali ke alasan pindah hosting ke Rumah Hosting. Sebelum pindah, aku mencari-cari hosting yang mengedepankan kualitasnya terlebih dahulu. Untuk mencari hosting yang berkualitas, aku berpedoman pada daftar hosting terbaik di Indonesia versi WebHosting.info. Selain berpedoman dalam daftar tersebut, aku juga cari tau lewat Google tentang komentar dari narablog yang pernah atau sedang menggunakan hosting tersebut. Aku cari tau kelebihan dan kekurangan hosting tersebut. Setelah menimbang-nimbang webhosting mana yang akan aku pilih, akhirnya pilihan jatuh ke Rumah Hosting.

Aku gak terlalu bisa banyak berkomentar tentang Rumah Hosting, karena aku masih baru di Rumah Hosting. Tapi aku punya beberapa alasan kenapa aku memilih Rumah Hosting,

  1. Masuk dalam daftar 15 webhosting terbaik di Indonesia versi WebHosting.info (berada di posisi 14).
    [spoiler show=”Lihat daftar 15 webhosting terbaik di Indonesia”][/spoiler]

    WebHosting.info menilai dari segi Market Share dan Total Domain. Ada yang tidak setuju dengan penilaian berdasarkan total domain yang ter-register di webhosting tersebut. Tapi aku setuju. Menurutku, kebanyakan yang membeli domain pasti disertai dengan hosting. Apalagi kalau yang membeli dari kalangan perusahaan. Pastinya memakai fasilitas webhosting yang sama (domain dan hosting dalam satu tempat), dengan alasan efisien waktu pengelolaan. Hal ini juga berlaku bagi blogger baru.

  2. Kliennya ada yang dari kalangan perusahaan besar.
    Perusahaan besar yang menggunakan jasa webhosting di Rumah Hosting di antaranya adalah RCTI, MNC, TriJaya Network, Woman Radio, TOP TV, Pemerintah Kota Bandar Lampung, Sun TV, Tumble Toots, dll. Gak kalah dari klien MWN yang juga perusahaan besar.
  3. Kualitas gak mengecewakan.
    Aku menilai kualitas berdasarkan komentar/testimonial dari para pengguna (klien) atau mantan pengguna yang aku cari tau lewat Google. Selain itu, klien yang notabene dari perusahaan besar juga aku jadikan patokan untuk menilai kualitasnya. Kalau kliennya dari perusahaan besar dan udah pakai cukup lama, bukankah itu membuktikan kalau kualitasnya gak mengecewakan? Gak ecek-eceklah seperti webhosting-webhosting baru yang banyak bermunculan.
  4. Sudah lama berkiprah.
    Webhosting yang sangat berkualitas pastinya sudah berpengalaman di bidangnya. Biasanya aku mencari webhosting yang sudah berumur minimal 3 tahun. Rumah hosting sendiri sudah berkiprah sejak tahun 2004. Sudah sangat berpengalaman dalam dunia webhosting pastinya.
  5. Murah meriah.
    Aku sewa Paket Suuuuperrrrrr Murah !! Large di Rumah Hosting dengan harga Rp 95.000/tahun. Murah banget kan? Coba aja bandingin dengan webhosting lainnya yang berkualitas. Pas pokoknya dengan blogger miskin yang menginginkan fasilitas premium seperti aku.
  6. Fasilitas/feature yang diberikan cukup memenuhi kebutuhan.
    Paket Suuuuperrrrrr Murah !! Large di Rumah Hosting memberikan fasilitas disk space = 375 MB, bandwidth = 37.5 GB, Addon Domains = 3 domains, dll. Fasilitas/feature tersebut cukup memenuhi kebutuhanku. Cukup untuk dihidupi sekitar 5 blog. Bandwidth-nya aku rasa cukup. Kalau kurang ya nambah. Soal bandwidth memang kalah dengan MWN yang memberikan UNLIMITED untuk hosting di Indonesia (IIX).
    3 addon domains dengan total max 4 domain yang bisa dipakai memang dibilang kurang kalau ingin punya banyak blog dengan banyak domain utama (bukan subdomain). Aku tanya ke CS-nya soal tambah Addon Domains, katanya jika ingin menambah Addon Domains gak ada tambahan biaya. Dan berapapun tambahan Addon Domains yang kita minta juga diperbolehkan. Yah, fasilitas/feature yang diberikan Rumah Hosting cukup memenuhi kebutuhanku.
  7. Respon CS cukup cepat.
    Meski fasilitas Live Chat terbatas dan hanya melayani jam kerja, tapi ketika aku Submit Ticket untuk bertanya ini itu, responnya cukup cepat. Terkadang gak ada 5 menit sudah dijawab. Jika ingin cepat mendapat tanggapan tentunya ticket yang kita submit perlu diberi prioritas HIGH. Tapi sulitnya untuk bertanya langsung via chat YM! (Live Chat) aku anggap kekurangan ajalah.
  8. Memberikan fasilitas pindah hosting (migrasi hosting) secara GRATIS.
    Meski aku udah pernah mindahin data antar hosting, tapi kalau ngulangin lagi rasanya ogah. Buang-buang waktu dan duit (karena ku lakukan di warnet). Ribet pula. Mendingan ada yang bantuin mindahin data antar hosting. Dengan begitu kita tinggal backup data di hosting, ganti DNS domain dan nunggu proses resolve DNS selesai.
    Di Rumah Hosting memberikan layanan migrasi hosting secara GRATIS dengan syarat lokasi hostingnya sama. Kalau hosting sebelumnya servernya di USA, pihak Rumah Hosting memberikan layanan migrasi hosting gratis jika kamu menggunakan server USA di Rumah Hosting. Kalau server hosting sebelumnya di Indonesia (IIX), kamu harus menggunakan server IIX di Rumah Hsoting. Kalau server hostingnya berbeda, pihak Rumah Hosting membebankan biaya Rp 50.000 untuk layanan migrasi hosting. Aku sendiri sebelumnya menggunakan server USA, di Rumah Hosting aku menggunakan server USA. Jadi ya gratis untuk meminta layanan migrasi hosting.
  9. cPanel Rumah Hosting sudah include Softaculous.
    Sebelumnya aku gak tau apa itu Softaculous. Cuma sekilas aku pernah dengar. Gara-gara hosting di Rumah Hosting, pada akhirnya benar-benar kenal dengan Softaculous. Pada intinya, Softaculous adalah software website builder di cPanel seperti halnya dengan Fantastico. Yang membedakan, Softaculous lebih lengkap, lebih user friendly dan update CMS (atau lainnya) lebih cepat daripada Fantastico. Kedepannya Fantastico akan tergantikan oleh Softaculous.

    [spoiler show=”Tampilan Softaculous”]Seperti inilah tampilan dari Softaculous:
    [/spoiler]

Kurang lebih begitulah alasan aku memilih Rumah Hosting untuk tempat hosting baruku. Next time, apakah aku pindah hosting lagi??? :hmm2: Gak tau lah :entahlah: . Kalau berminat dengan Rumah Hosting atau sekedar melihat-lihat, monggo kunjungi www.rumahosting.com (affiliates link).

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".

  • iskandaria

    Reviewnya sangat lengkap dan objektif mas. Salut deh. Nggak terkesan promo. Saya sendiri masih setia dengan MWN. Selama setahun menggunakan jasanya, saya sangat puas. Saya pakai server IIX sih. Tapi cukuplah untuk blog saya yang cuma membidik pengunjung dari dalam negeri 😉

  • bang lw ane paake virtual host,,,,,freeee trus fitunya banyakkkkk……sama kaya premium…..virtual host….hostingan indonesia gratis….hehehehe

  • 16 September

    Info anda sangat bermanfaat untuk orang2 miskin… :salaman:

  • wah mantap juga gan buat infonya,,
    salam kenal aja gan

  • Wah.. lumayan juga tuh…
    95rb/tahun server IIX atau USA ?
    Saya malah cuma 50rb/tahun server germany tapi.. 😀

    • Server USA, di Illinois…..
      Rp 50rb/tahun, murah banget…. Ada “tapi”-nya gak tuh??????????

  • Wahh menarik
    Saya pake IDwebhost untuk blog saya dan beberapa blog jualan
    Cuman akhir2 ini susah akses. Apa hosting itu berpengaruh ya 😀
    maklum nubie juga

    • Hosting emang amat sangat berpengaruh…..
      IDwebhost bagus mas. Cuma sama kayak MWN, MAHAL.

  • cah ndeso

    nembe kober inceng2 Mas. 😆

    Saya dulu juga pakai MWN buat ngeHost Forum Jogjalima yang akhirnya tewas karena ndak ada donaturnya. Memang bagus untuk segi pelayanan. Akan tetapi ya itu tadi….mahalnya ndak nguatin.

    Ini saya juga masih ada 2 klien di MWN. Ndak tau mau perpanjang atau putus. Soale si pemilik belum ngasih konfirmasi

    • Klo aku belum berani mainan buat forum. Masih newbie dan tentunya gak ada dana lebih.
      Hu’um MWN muanteb tapi muahal……
      Yg handle 2 klien tu po mas??????

  • hehehe.. saya jg salah satu client rumahosting mas.. untuk salah satu blog saya..
    pertama dl tomipurba.net jg disana mas.. tp trus pindah ke atrium…
    mantabb kok disana..

  • Emang ada seni tersendiri pindah” Hosting 🙂
    Tp saya Belum pernah nyoba rumah Hosting..
    Alasan” yang menarik mas..

  • ane blom pernah pindah rumah gan :D..

    dari dulu komputer butut selalu eksis di http://idwebspace.com

    moga gan betah … di rumah barunya

    • Moga betah juga. Tapi gak rugi juga pindah hosting. Jadi nambah ilmu tentang migrasi hosting.
      Dimanapun hostingnya, yang penting enjoy & keep blogging.

  • ak nunggu kabar 1 tahun kedepan ya bozz…hehehe
    kalo keren, nanti ak ngikut 🙂

    • Siiiiaaaapppp……… Atau iuran aja beli VPS? Biar was wes woss……

      • iuran VPS. ide bagus tu bozz…hehehe
        tp nunggu ada dana :hmm:

  • adink

    sippp ga , nais inpow ne thanx 🙂