25 Maret 2011 merupakan hari yang sangat aku tunggu. Hari dimana pengumuman pemenang IDwebhost Blog Review Competition 2011. Begitu optimisnya aku untuk menjadi pemenang seperti kompetisi-kompetisi blog lainnya. Banyak hal yang mungkin bisa aku lakukan kalau aku jadi juara pertama yang membawa pulang sebuah notebook Acer 4738. Banyak rencana yang sudah aku persiapkan kalau aku jadi juara. Malam sehari sebelum pengumuman, aku udah hunting Macbook BM. Ada rencana notebook Acer 4738-nya mau aku jual, lalu aku mau beli Macbook BM dengan uang hasil penjualannya. Dan kalau ada sisa, untuk hal lainnya. Sebelumnya juga pernah ada rencana, hasil dari penjualan hadiahnya mau aku beliin notebook. Satu buat aku, satu buat adikku.

Begitu optimisnya aku untuk jadi juara. Kalau diibaratkan dengan angka, mungkin optimisku ada pada tingkatan 10 dari skala 1 – 10. Optimis tingkat tinggi pokoknya. Sedikit pesimis juga karena tenyata di waktu-waktu awal penilaian ada beberapa kewajiban dari persyaratan kompetisi yang belum aku jalankan. Untung aku cek ulang dan langsung aku revisi kewajiban apa yang belum aku jalankan.

Tiap hari aku mengecek statistik blogku, untuk meihat apakah ada visitor yang berasal dari referer link http://blogreview.idwebhost.com/user/bloglist/525. Dari referer itu kemungkinan adalah dari tim juri yang sedang melakukan penilaian. Setelah syarat kewajiban yang baru saja aku pasang, ternyata visitor dari referer tersebut tak kunjung mampir. Sekitar 2 hari sebelum pengumuman, aku cek statistik dan ada referer dari link tersebut yang mampir. Sedikit lega akhirnya, dan kembali optimis tingkat tinggi.

25 Maret 2011 mulai dari pagi, siang, sampai sore aku selalu mengecek situs resmi pengumuman pemenang IDwebhost Blog Review Competition 2011. Di sore hari akhirnya pengumuman itu muncul juga. Deg-deg duer rasanya jantungku untuk melihat pengumuman itu. Lalu apa yang terjadi? Optimis tingkat tinggiku seketika itu roboh, ibarat gedung WTC yang roboh pada tragedi 9/11 (11 September 2001). Aku hanya bisa menghela nafas, dan dalam hati mengucapkan “Alhamdulillah, Aku belum beruntung, Aku belum bisa jadi juara”. Sedih banget tentunya, tapi aku gak sampai nangis guling-guling lah. Cuma mataku sesaat rada panas aja.

Artikel kontesku Enaknya Percaya gak ya Kalau IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia? ternyata belum bisa menjadikanku seorang juara, seorang “The Winner”. Tak apa, emang belum rejeki. Sebuah notebook/laptop yang begitu aku idamkan untuk menunjang aktivitas kuliah (skripsi) dan blogging, ternyata aku belum bisa memilikinya. Sepertinya tas notebook/laptop hadiah dari lomba Jagoan Hosting Indonesia belum bisa aku isi dengan notebook/laptop.

Yah… aku bisa menerima keadaan ini. Kekalahan atau kegagalan ini pasti akan memberikan suatu pelajaran yang sangat berarti. Dari kegagalan atau kekalahan yang pernah aku alami, aku takkan sampai menghitungnya seperti Einstein (atau siapa) yang pernah mengalami kegagalan 1000 kali. Kira-kira benarkah kegagalannya dihitung?

Suatu kondisi dimana aku sangat optimis adalah karena aku percaya, apa yang kita inginkan lalu kita selalu pikirkan untuk memberikan suatu sugesti positif, kemungkinan hal baik akan terjadi. Kekuatan pikiran menjadi suatu kekuatan sugesti. Kekuatan pikiran ini dibahas dalam buku atau film “The Secret”, yang mengajak kita untuk memberi sugesti pada dunia dengan pikiran positif. Tapi jangan sampai apa yang kita raih itu serta merta karena sugesti pikiran positif kita, bukan karena bantuan dari sang Maha Pencipta.

Entah kenapa kalau aku sangat optimis dengan apa yang aku kerjakan sering mengalami kegagalan. Kalau aku gak memikirkannya, kadang malah terjadi apa yang benar-benar aku inginkan. Dulu aku pernah ikutan lomba review yang hadiahnya cuma domain doank yang diundi dengan cara semua kontestan dirandom dengan layanan random di internet. Aku buat review-nya lalu aku gak sampai memikirkan apakah aku menang atau tidak, eh ternyata menang. Kondisi seperti ini sering aku temui juga ketika aku kehilangan barang dan aku berusaha untuk menemukannya, padahal barang tersebut letaknya semula memang disitu. Begitu udah males buat dicari, eh tanpa sengaja barang itu nongol tidak jauh dari tempatku yang semula tempatnya emang disitu. Padahal tempat barang itu sebelumnya udah aku cari-cari. Aneh bukan?

Aku sangat optimis menang juga karena adanya mas/pak Hanafi yang merupakan staf IDwebhost yang memberikan komentar positif di artikel yang aku ikutkan kompetisi, dan juga karena sugesti dari teman-teman. Kondisi ini pernah aku temui saat mengikuti kontes review dari Gugling.com. Salah satu jurinya memberikan komentar positif, padahal tidak semua kontestan mendapatkan komentar. Memang aku gak menang juara, cuma aku jadi salah satu nominasi terbaik dari 10 kontestan lainnya.

Kekalahan atau kegagalan kali ini benar-benar ada hikmahnya. Berusaha sebaik mungkin dan optimis udah aku lakukan, mungkin yang belum aku lakukan adalah berdoa… berdoa… dan berdoa. Aku pun sadar, aku harus berusaha lebih giat lagi untuk sesuatu yang ingin aku dapatkan. Kesempatan lainnya, aku pasti bisa jadi juara, aku bisa jadi “The Winner”. Amin.

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".