Kamis, 25 Maret 2010, saya berkesempatan untuk ikut serta mengikuti acara Seminar International di kampus saya, STMIK Amikom Yogyakarta. Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti acara seminar international. Pada acara seminar international tersebut membahas tentang Disability Management Reasonable Accomodations and Assistive Technologies dengan menghadirkan pembicara Dr. Marrion Steff, Phd dari McGill University, Canada. 

Dalam seminar ini, pembicara juga bekerja sama dengan Center for Disability Studies and Services (PSLD: Pusat Study dan Layanan Difabel) dengan mengajak tiga orang mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dua diantaranya adalah mahasiswa yang mengalami kelainan penglihatan. Mereka sharing mengenai hal-hal seputar teknologi yang telah membantu mereka mengurangi kekurangannya selama mereka menjalani kegiatan perkuliahan.

Source image: http://amikom.ac.id/index.php/main/berita/international-seminar-tentang-disability-managemen

Dalam acara tersebut juga didemonstrasikan tentang teknologi inovasi braille yang telah membantu mahasiswa yang mengalami kelainan penglihatan. Mulai dari laptop braille, alat untuk menulis braille, dan juga mengenalkan berbagai teknologi yang bisa membantu kegiatan belajar mereka meski hanya melalui gambar pada slide presentasi. Selain itu, salah satu mahasiswa yang mengalami kelainan penglihatan ini juga mendemonstrasikan suatu software dimana membantu menerjemahkan kata-kata yang terdapat pada sistem operasi Windows melalui visual (suara), di setiap user menuju ke menu-menu Windows. Bahkan ketika mengetik di Word, juga diterjemahkan secara visual (suara) setiap huruf yang diketikkan. Software inipun juga bisa membantu membacakan ebook. Ibaratnya seperti didongengkan cerita. JAWS for Windows, inilah software yang telah membantu kegiatan belajar mereka akan teknologi komputerisasi.

Meskipun saya tidak mengerti betul setiap point dalam pembahasan seminar international ini, tapi itung-itung saya belajar untuk menguji kepekaan mendengarkan dan mencerna pembicaraan dalam bahasa inggris. Berbeda dengan ketika saya mendapatkan telpon 7x dari Sun Microsystem. Apa yang disampaikan pihak Sun Microsystem dalam bahasa inggris di telpon berbeda ketika saya mendengarkan secara langsung pembicaraan dalam bahasa inggris di acara seminar international ini. Menurut saya, saya lebih bisa mencerna percakapan dalam bahasa inggris ketika saya menerima telpon dari Sun Microsystem. Intinya saya lebih fokus mendengarkan dan mencerna di setiap percakapan ketika saya mendapat telpon dari Sun Microsystem. Mungkin saya fokus mendengarkan dan mencerna dikarenakan saya tidak berhadapan langsung (face to face) dengan sang pembicara. Jadinya saya lebih fokus dengan apa yang dibicarakan bukan kepada orang yang sedang berbicara dengan saya.

Tanggal 18 Maret 2010 sebenarnya juga diadakan seminar international dengan pembicara Mark Woodward, Phd dari Arizona State University, USA, dengan topik pembahasan Politic and Religion in America. Berhubung beliau mendapat tugas negara, sehingga pada akhirnya seminar international dengan pembicara Mark Woodward ditunda. Menurut kabar, ditunda sampai tanggal 15 April 2010. Insya Allah, nantinya saya ikut serta kembali dan juga akan saya sharing di blog ini.Pihak kampus merencanakan untuk mengadakan acara seminar international dengan pembicara dari luar negeri setiap bulan. Diharapkan sebagai wadah kepedulian pihak kampus akan mahasiswa yang ingin mengeksplorasikan kemampuan berbahasa inggris melalui acara seminar international dengan mengemukakan pendapat dengan pembicara dari luar negeri yang bersangkutan dalam acara seminar international.

Meski saya masih belum begitu bisa berbahasa inggris, semoga kedepannya kemampuan saya berbahasa inggris dan memahami percakapan dalam bahasa inggris menjadi lebih baik (amin).

ebih baik (amin).

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".