anak SMPIngatkah kamu kenangan ketika menjadi seorang anak SMP? Ingatkah kenangan menyukai seseorang atau bahkan pertama kali memiliki pacar waktu dibangku SMP? Ingatkah prestasi waktu dibangku SMP? Atau hal lainnya saat menjadi anak SMP?

Saya tidak menyangka jika pada akhirnya saat saya beranjak menjadi anak SMP. Banyak dalam diri saya yang berubah. Kebiasaan buruk waktu SD tidak banyak yang saya bawa ketika beranjak ke bangku SMP, bisa dibilang saya menjadi pribadi yang lebih baik daripada saat saya dibangku SD. Dulunya waktu SD saya dikenal anak yang bodoh. ‘Bodoh’, bagi saya bukanlah suatu keburukan tapi lebih mengacu pada proses untuk menjadi cerdas atau pintar. Kalau tidak salah ingat fisikawan “Yohannes Surya”, pernah mengucapkan kalimat inspiratif (bagi saya) waktu beliau menjadi narasumber di acara Kick Andy, berikut yang beliau katakan: “Tak ada orang bodoh, yang ada hanyalah kurangnya kesempatan untuk belajar dan mendapat guru yang baik”. Saya sependapat dengan perkataan beliau.

Semakin kita dewasa, tanggung jawab kita semakin besar. Menjadi anak SMP, saya menyadari bahwa ketika saya dibangku SD, saya adalah seorang anak yang sangat kurang dalam hal akademik. Meskipun begitu, saya tetap selalu naik kelas dan tidak terlalu nakal. Hanya saja, maklumlah anak kecil, sukanya main melulu. Apalagi di rumah saya mempunyai video game. Pulang sekolah langsung main game sampai lupa waktu. Saya benar-benar belajar hanya ketika menghadapi ujian saja.

Lulus SD dengan nilai pas-pasan, tapi ternyata saya masih bisa diterima di SMP negeri favorit ketiga di kota saya (pada waktu itu, entah sekarang favorit nomor berapa). Kalau tidak salah ingat, ketika menginjak di bangku SMP, saya pernah bersumpah kalau saya akan berubah lebih baik daripada waktu dibangku SD. Yap, selama di bangku anak SMP, pribadi saya berangsur-angsur menjadi lebih baik. Saya jadi suka baca buku, mengerjakan tugas, main jadi kurang, belajar, akademik juga baik. Sebenarnya ini bisa dibilang terpaksa karena pada waktu SMP, video game saya rusak dan keluarga saya mengalami musibah, televisi di rumah dicuri orang. Entah orang tua saya sengaja atau tidak punya dana untuk membeli televisi baru, selama SMP di rumah tidak ada hiburan yang namanya televisi. Yang bisa jadi hiburan hanyalah buku (termasuk komik) dan radio. Hiburan buku ternyata membuat saya jadi gemar baca buku (semoga sampai kapanpun saya tetap suka baca buku).

Di bangku SMP, ketika jam istirahat tiba, saya lebih sering menghabiskan waktu diperpustakaan, baca buku tentunya atau sekedar bolak-balik halaman buku encyclopedia melihat gambarnya. Selama menjadi anak SMP saya sudah baca berbagai buku novel, yang saya sukai pada waktu itu adalah novel dengan judul “SAMAN” dan “LARUNG” karya Ayu Utami (kalau tidak salah ingat).

Ketika menjadi anak SMP, secara akademis saya tidak mengecewakan. Saya sering mendapatkan peringkat kelas. Begitu mudahnya saya mendapatkan peringkat kelas bukan karena minimnya siswa dalam satu kelas. Satu kelas terdiri dari 40 siswa dan mereka-mereka juga baik akademiknya. Kerja keraslah resepnya, hehehehe.

Menjadi anak SMP adalah masa-masa menyukai seseorang atau bisa dibilang cinta monyet. Saya pun merasakannya, tapi saya hanya bisa memendamnya, pedih rasanya hanya berandai-andai. Di bangku SMA pun saya sempat merasakan pedihnya berandai-andai dan memendam persaaan pada seseorang. ;-(

Banyak hal pastinya yang berubah dari diri saya selama menjadi anak SMP. Saya menyadari, semakin dewasa, tanggung jawab juga semakin bertambah. Makanya, mau gak mau saya harus berubah menjadi lebih baik.

Ingatkah kamu, Kenangan Menjadi Anak SMP?

Artikel ini selain berbagi cerita ketika saya dibangku SMP, saya juga ingin ikut serta dalam Gerakan SEO Positif, yang inti dari gerakan ini adalah memperbaiki pencarian melalui search engine dengan keyword tertentu yang hasilnya mengecewakan. Dalam artikel ini terutama, dengan tujuan ikut serta dalam memperbaiki pencarian dengan keyword yang berhubungan dengan “SMP” yang kenyataannya saat ini didominasi pencarian anak SMP yang berujung ke hal negatif, sungguh mengecewakan.

Yuk ikut serta dalam Gerakan SEO Positif untuk memperbaiki pencarian dengan keyword yang berhubungan dengan anak SMP.

Written by Jaole

Panggil saja "jaole".